Showing posts with label Bencana Update. Show all posts
Showing posts with label Bencana Update. Show all posts

Sunday, October 01, 2017

Antara Bencana dan Maksiat !


Penting sekali bagi kita semua untuk mengetahui bahwa Hubungan antara Bencana dan maksiat itu erat sekali. Bencana besar yang kita saksikan hingga hari ini terjadi lebih karena maksiat dan kemungkaran yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Walaupun bisa diterangkan secara ilmiah, tetapi itu sudah merupakan ketetapan Allah seperti telah diterangkan dalam Al Quran, Allah SWT berfirman : 

Surat An Nisa :79 : Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja BENCANA yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

Surat Al An'am :63 : Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari BENCANA di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (BENCANA) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur".

Surat Al A'raf :168 : Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (BENCANA) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

Surat Yunus :23 : Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (BENCANA) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah keni′matan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Surat An Nahl :45 : Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari BENCANA) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari.

Menurut rumus populernya, Risiko Bencana terjadi karena adanya faktor Bahaya (H/Hazard), Kapasitas (C/Capacity) dan Kerentanan (V/Vulnarability) sebagaimana rumus berikut:



Kemungkinan Bencana akan menjadi tinggi kemungkinan terjadi jika Tingkat bahaya tinggi, kerentanan tinggi dan kapasitas rendah. Kemaksiatan sendiri memegang peran dalam meningkatkan nilai H (Bahaya). Semakin banyak kemaksiatan terjadi, maka bencana akan semakin berpeluang terjadi. Apalagi kalau sekiranya maksiat terkesan diabaikan. Misalnya jika perzinaan terjadi, yang terkena dampak adalah 40 rumah ke masing-masing empat penjuru mata angin. Bayangkan jika ini terjadi berulang-ulang.

Kota Padang adalah daerah sebagai contoh terbaik.

Setelah era reformasi, arus informasi menjadi sangatlah lancar. Setiap kejadian bencana bisa diketahui secara cepat. Pada saat pemerintahan SBY, terjadi bencana besar gempabumi dan tsunami di Aceh. Kemudian berturut-turut bencana lainnya di berbagai daerah. Sudah rahasia umum kalau terjadi kemaksiatan parah di barat aceh dan pertumpahdarahan pada saat DOM (Daerah Operasi Militer) di negeri Serambi Mekah ini. Kejadian tsunami terlihat seperti pembersihan secara total dan masif terhadap kekotoran yang dilakukan manusia di sana.

Antara 2002 hingga 2012, Kota Padang sendiri dipimpin oleh walikota yang bisa dikatakan kurang amanah terhadap rakyatnya. Di sepanjang pantai mulai dari Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang Selatan, Padang Barat, Padang Utara hingga Koto Tangah, kemaksiatan seperti dibiarkan. Kadang sekali-sekali terjadi razia tapi tidak berefek. Kemaksiatan berjalan terus. Semua orang tahu mengenai tenda ceper, pondok bukit lampu, pantai pasir jambak yang menjadi populer di kalangan anak muda. Malah sampai ada istilah Asmara Subuh di bulan Ramadhan, Nauzubillah. 

Di samping itu, acara orgen tunggal terutama saat ada hajatan pernikahan yang seringnya diisi acara joged dengan wanita-wanita berpakaian minim, mabuk-mabukan, judi, menjadi seperti kebiasaan. Tidak hanya di Padang, kondisi ini juga ditemui di wilayah Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Miris memang di nagari yang seharusnya memegang prinsip "Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah". 

Puncak kondisi ini terjadi pada tahun 2009. Gempa besar 7,6 SR mengguncang Sumatera Barat, dengan episenter di barat Padang Pariaman. Korban berjatuhan lebih dari 1000 jiwa. Korban terbanyak adalah di Kota Padang. Karena banyaknya gedung rubuh saat puncak aktifitas di sore hari. 

bersambung...






















Persiapan Khusus Menghadapi Berbagai Bencana Populer Indonesia : Tsunami


Bencana yang dimiliki Indonesia itu berdasarkan Undang-Undang No.24 tentang Penanggulangan Bencana itu ada dua belas macam bencana. Kita tidak akan bahas semua untuk topik ini, cukup yang populer saja yaitu, gempa, tsunami, banjir, gunung berapi, kebakaran hutan dan lahan, puting beliung, tanah longsor dan kekeringan. Sebagaimana yang pernah saya bahas sebelumnya di artikel: 
dimana setiap bencana akan memiliki persiapan yang berbeda pula. Baiklah kita akan bahas satu-satu. Tapi sebelumnya silakan tonton dulu video yang sudah saya persiapkan bagi kita semua yang diproduksi tahun 2016 lewat.


Bencana Tsunami
Karena ini adalah bencana yang mengharuskan kita yang berada di daerah rawan dekat pantai untuk mengungsi, maka persiapannya akan lebih banyak.

a. Persiapan pribadi, bagi yang masih single  

1. Tas siaga bencana dengan semua kelengkapan untuk kebutuhan pribadi. Ada sedikit tambahan kelengkapan yaitu: 

  • ponsel/tablet karena pentingnya informasi secara online atau medsos untuk memantau perkembangan
  • powerbank berkapasitas besar (usahakan yang slim, mahal dikit ngga apa-apa), 
  • sepeda, karena lebih cepat daripada jalan kaki dan lebih ringan daripada motor. usahakan yang bannya tubeless.
  • sepatu kets/casual
2. Tempat evakuasi terdekat dan jalur evakuasi tercepat. Buatlah perkiraan berapa jarak yang ditempuh, dan kemungkinan halangan dan bahaya yang mungkin ada jika harus mengungsi.


b. Persiapan Keluarga, bagi keluarga dalam satu rumah

1. Tas siaga bencana, khusus dengan kelengkapan dan kebutuhan masing-masing. Jumlah tas disesuaikan dengan kebutuhan/bawaan masing-masing. Perhatikan bagi anggota yang berkebutuhan khusus: bayi, orang tua, orang sakit, ibu hamil dan cacat. Bagi yang mempunyai peliharaan, perlu dipersiapkan kebutuhan hewan tersebut.

2. Buatlah perencanaan keluarga jika bencana tsunami akan datang. Misalnya Jika bapak bekerja, ibu ke pasar, anak ke sekolah, nenek di rumah. Jika bencana tsunami akan terjadi, kemana sebaiknya masing-masing anggota keluarga harus pergi. Buatlah dalam bentuk tabel. Contoh tabel sudah saya bahas pada artikel: 
leaflet kesiapsiagaan bencana tsunami 

3. Sebaiknya latihan bersama-sama keluarga ke tempat evakuasi terdekat. 

4. Selalu update perkembangan terkini potensi bencana tsunami dari BPBD setempat.

5. Yang paling penting, selalu rajin beribadah dan menjauhi maksiat. Perlu diingat bahwa bencana terjadi karena manusia itu sendiri yang mengundangnya melalui perbuatan maksiat. Ramaikanlah tempat ibadah dan bersama-sama warga lainnya untuk menjaga lingkungan setempat dari perbuatan maksiat. 
Poin ini akan saya bahas di artikel khusus: Penting ! Hubungan Khusus Bencana dan Maksiat !



Wednesday, March 04, 2015

Yahoo! Jepang, Donasi 11.3 Bagi Setiap User yang Searching Mulai 11 Maret

ST 1 - コピー


Sudah empat tahun berlalu sejak bencana gempabumi, Tsunami dan krisis nuklir yang mendera wilayah Tohoku Jepang pada 11 Maret 2011. Jepang sudah kembali bangkit. Listrik dan persediaan air sudah kembali tersedia. Kereta api kembali bekerja dan seluruh penduduk kota sudah tidak lagi berjalan kaki berjam-jam baik ke sekolah maupun ke tempat kerja.


Akan tetapi untuk kembali lagi ke kondisi semula sangatlah diinginkan penduduk kota. Sebagai bagian dari recovery maka sangat penting untuk mengingat apa yang telah terjadi dalam bencana sebelumnya. Dari situ bisa didapatkan banyak pembelajaran. Agar menghindari kelupaan tersebut, pada tanggal 11 Maret mendatang, Yahoo! Jepang akan membuat donasi terhadap upaya recovery Tohoku bagi setiap orang yang melakukan Search di Yahoo! Jepang untuk bencana "3 Maret" melalui perusahaan Search Engine mereka.
Tahun lalu, penyedia layanan internet dan portal telah menyumbangkan total 25,683,250 yen (sekitar US $216,000) kepada organisasi kemanusiaan. Tahun ini Yahoo! akan mencoba memberikan donasi pada Organisasi Pendukung Recovery Tohoku (Toholu Fukkou Shien Dantai) di Jepang.
Setiap user yang mencari 11 Maret (3.11) antara tengah malam dan 11.59 malam pada 11 Maret akan membuat donasi sebesar 10 yen. Donasi ini dibuat per user bukan per search. Jadi bagi yang sudah melakukan search sekali, berarti tugasnya sudah selesai. Tidak akan ada yang didapat lagi jika hal itu dilakukan berulang kali. 
Dan Yahoo! menginginkan user untuk membaca sejumlah hasil pencarian yang ditampilkan. Ini sesuai dengan tujuan program ini untuk menciptakan momen dimana orang-orang perlu memikirkan lokasi dan orang-orang yang yang terkena dampak bencana 2011. Perusahaan ini juga berencana akan menayangkan video berisi wawancara dengan orang-orang yang terkena bencana di kota-kota seperti Ishinomaki, Yamadamachi dan Soma, yang berlokasi di perfektur Miyagi, Iwate dan Fukushima. Yahoo! juga akan membuat visualisasi hasil pencarian terkait 11.3, sama dengan yang sudah ada di 2014.

Search box-nya Yahoo! Jepang bisa ditemukan disini

Thursday, February 07, 2013

Natto-Jepang Makanan Kesehatan yang Membersihkan Air

Natto-Jepang Makanan Kesehatan yang Membersihkan Air - Semoga Artikel ini memberi manfaat.
Fermentasi adalah metode pengolahan makanan dengan menggunakan ragi dan bakteri untuk mengkonversi salah satu makanan menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda. Proses membantu mengawetkan makanan dan digunakan untuk memproduksi berbagai jenis makanan di seluruh dunia.  Fermentasi makanan yang paling terkenal adalah roti, keju, acar, anggur, yoghurt dan cuka. Tapi tidak ada negara di dunia yang memiliki banyak jenis makanan fermentasi seperti Jepang. Kecap dan miso dibuat dari kedelai, sake Jepang yang terbuat dari beras, tsukemono (acar) yang terbuat dari fermentasi sayuran. Ini hanya beberapa contoh makanan fermentasi yang disajikan.
Dibuat dari kedelai yang dimasak dan difermentasi, natto adalah makanan fermentasi Jepang seperti halnya sebagai kecap atau miso. Natto mungkin terlihat aneh dan memiliki bau aneh, tapi itu sangat sehat untuk Anda. Dan makanan ini menjadi semakin populer di akhir tahun. Natto dikenal dengan lengketnya. Ini adalah akibat asam polyglutamic yang dihasilkan ketika kedelai difermentasi, yang membuat natto begitu lengket. Asam Polyglutamic adalah polipeptida yang mengandung sejumlah besar molekul asam glutamat. Glutamat memberikan cita rasa umami (rasa gurih biasanya terkait dengan makanan seperti sup kaldu yang dibuat dari rumput laut, jamur shiitake, kerang, dan bahan-bahan lainnya) sehingga membuatnya begitu lezat.Asam Polyglutamic juga membantu tubuh menyerap kalsium. Natto sangat sehat karena banyak mengandung vitamin B dan E, serat, dan zat besi.

Natto Mampu Membersihkan Air Kotor

Baru-baru ini ditemukan kemampuan natto lainnya yang sama sekali tidak berhubungan dengan makanan. Asam Polyglutamic yang dikandungnya mampu mengendapkan polutan dalam air, sehingga air kotor menjadi bersih. Bahkan, agen asam polyglutamic ini mampu membersihkan air kotor lebih cepat dari agen yang terbuat dari bahan kimia seperti klorida polyaluminum atau ferricklorida, dan mereka menawarkan sejumlah keuntungan lain. Tidak seperti produk kimia, hanya sedikit jumlah agen yang mengandung asam polyglutamic diperlukan untuk membersihkan air, sehingga sangat mudah dan murah untuk digunakan. Selain itu, agen ini menjelaskan terbuat dari bahan-bahan alami, dan ramah lingkungan serta terjangkau. Polyglutamic bisa digunakan saat ini untuk membersihkan air kotor untuk air kebutuhan lingkungan pabrik, rumah dan apartemen.

Bagaimana Asam polyglutamic mengendapkan kotoran dan polutan untuk membuat air bersih. (1)Polutan (titik oranye) dalam air yang tidak diobati (2) obligasi ke polyglutamates(benang putih) dan (3) mengendap di bagian bawah. (Ilustrasi: Nippon Poli-Glu Co,Ltd).

Agen ini telah diekspor Jepang ke lebih dari 30 negara di seluruh dunia, termasuk Thailand dan Meksiko. Mereka juga telah digunakan untuk menghasilkan air bersih bagi masyarakat yang tinggal di daerah bencana, seperti setelah terakhir Great East Japan Earthquake. Penemuan terbaru yang berkaitan dengan asam polyglutamic adalah kapasitasnya yang luar biasa untuk penyerapan. Penelitian menunjukkan bahwa satu gram resin natto, yang utama konstituen adalah asam polyglutamic, mampu menyerap dan mengendapkan lima liter air. Penelitian telah menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk menumbuhkan tanaman di daerah gersang dengan menanam bibit sebagai bahan resin natto dan penyiraman hanya sekali. Penelitian ini sedang dilakukan dalam aplikasi praktis untuk daerah penghijauan daerah dengan curah hujan sedikit. 

Para peneliti telah menemukan bahwa asam polyglutamic tidak hanya mampu membersihkan air, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyerap sejumlah besar air. Natto resin (zat putih di depan gelas), yang utama adalah asam polyglutamic konstituen, menyerap air,mengubahnya menjadi zat seperti gel yang ditunjukkan dalam gelas. (Foto: Dr ToshioHara, Kyushu University).

(Penulis).







Siap Hadapi Bencana dengan Tas Siaga Bencana

Siap Hadapi Bencana dengan Tas Siaga Bencana - Semoga artikel ini memberi manfaat.
Bencana alam, kejadian alam yang sulit diprediksi kapan kejadiannya. Akibat yang mungkin ditimbulkannya menjadikan setiap orang harus berupaya mencari jalan bagaimana mengatasinya. Atau paling tidak mengurangi dampak dan kerugian yang mungkin ditimbulkan. Misalnya, seseorang atau satu keluarga harus bisa memperkirakan kebutuhan yang harus dibawanya jika harus mengungsi yang bisa mendukung kelangsungan hidup sampai bantuan datang. Perkiraan kebutuhan saat darurat yang bisa dibawa tersebut biasanya adalah 3 hari. Nah, untuk mengungsi akan lebih baik jika membawa kebutuhan tersebut dalam sebuah tas khusus yang bisa disebut tas siaga bencana. Dianjurkan membawa dalam bentuk ransel karena akan memudahkan pergerakan dan menambah kesanggupan maksimum dalam membawa barang.

Kalau menurut saya, saat ini tas yang bisa didayagunakan adalah dari jenis carrier atau backpack berkapasitas 50 liter ke atas. Untuk yang berkeluarga mungkin bisa membawa yang berkapasitas 80 liter atau lebih.

Nah, apa saja yang perlu dibawa? Silakan ikuti tips di bawah ini...

Untuk tas silakan dipilih yang :
  1. kuat, ngga mudah sobek (mahal dikit gpp, daya pakai yg utama)
  2. anti air, kalo bisa dipake buat ngapung juga. Apalagi kalo ancaman bencananya banjir atau tsunami. Kalo bisa anti api (ini mungkin kalo pake bahannya baju pemadam kebakaran kali ya).
  3. banyak kantong atau lacinya, sangat berguna karena banyak barang-barang kebutuhan yang berukuran kecil.
Kalo isinya kira-kira apa aja ya? Kan bencana yang dihadapi tiap daerah juga ngga sama, apa disamain aja bawaannya?

Jawabannya, kebutuhan anda sebaiknya disesuaikan juga dengan jenis ancaman bencana. Namun ada beberapa kebutuhan dasar yang harus dibawa dalam kondisi apapun. Berbedanya ancaman bencana akan membedakan kebutuhan spesifik untuk bertahan hidup.

Berikut kebutuhan dasar yang bisa dimasukkan dalam tas siaga bencana:

  1. pakaian dalam, celana panjang (kain), sweater, jacket, kain sarung
  2. sleeping bag dan selimut, handuk, kaos kaki, jilbab (untuk wanita), sarung tangan (optional).
  3. rain coat (atau ponco,biar bisa bikin tenda kalau ngungsinya ke hutan atau daerah terbuka)
  4. makanan siap saji : mie instant, susu cair-bubuk sachet, biskuit, abon, permen, coklat, gula merah. Pilihan bisa disesuaikan asalkan bisa dikemas kompak dan tidak memakan banyak tempat serta berkalori tinggi.
  5. Sajadah, Al-Qur'an Compact (optional, bagi yang muslim), Mukena (untuk perempuan).
  6. air minum (dalam botol atau jeriken), kopi instant, teh instant (optional). Air minum setidaknya bisa mendukung kebutuhan 2x24 jam.
  7. pembalut dan tempat mengumpulkannya biar ngga berceceran dimana-mana.
  8. cotton bud, sabun mandi, deodorant, sisir, odol dan sikat gigi.
  9. isi kotak P3K plus obat2 pribadi (parasetamol & ponstan, obat-obatan untuk anak-anak & orang tua)
  10. dokumen-dokumen penting yang sudah dibundel (ijazah, buku bank, dll). Semuanya disimpan dalam plastik kedap.
  11. buku-buku pentingku, notes dan alat tulis (buat ngerekam semua peristiwa)
  12. radio kecil --buat mantau informasi-- kompas dan sandal jepit dan senter.
  13. lilin, korek api, jarum jahit dan benang, piring, gelas, sendok (anti pecah).
Nah, karena mungkin kalau kita belum dalam kondisi darurat maka alangkah baiknya kita persiapkan dari sekarang.
  1. Makanan yang dipersiapkan juga harus dicek masa kadaluarsanya. Jika sudah kadaluarsa harus diperbarui.
  2. Letakkanlah di tempat yang mudah dijangkau jika terjadi kondisi darurat, misalnya dekat pintu keluar.
  3. Beritahu dan ingatkan juga saudara, keluarga atau tetangga di lingkungan anda supaya mempersiapkan hal yang serupa.
Untuk persiapan menghadapi bencana lainnya akan saya sampaikan di posting lainnya.



(Penulis) 












Monday, December 24, 2012

Lele dan Gempabumi di Jepang


Lele Biwa-ko-o Namazu betina. Varietas ini mencapai panjang sekitar 1 meter. Lele jenis ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan ada 13 varietas di Jepang. Lele aktif mencari makan di malam hari, dan tidak memiliki sisik. Mereka memiliki 2-4 pasang kumis seperti sulur di dekat mulut. (Foto: Uchiyama Ryu).


Bertahun-tahun yang lalu, orang-orang di Jepang percaya bahwa ikan lele raksasa berbaring jauh di bawah tanah, dan bahwa setiap kali ia pindah dia menyebabkan gempa bumi. Kita tahu bahwa takhayul ini berlanjut untuk waktu yang lama, karena setelah setiap gempa bumi besar di bagian akhir dari periode Edo (semester 18 dan awal abad ke-19), banyak lukisan Namazu-e terjual, semua menggambarkan beberapa jenis hubungan antara lele dan aktivitas seismik. Jadi kapankah hubungan antara gempa bumi dan lele ini pertama kali dibuat, dan bagaimana hal itu diungkapkan?

Catatan tertulis paling awal dikenal yang menghubungkan lele dan gempa adalah surat dari Toyotomi Hideyoshi (1536-1598), pemersatu Jepang. Menjelang akhir hidupnya, ia memutuskan untuk membangun sebuah istana di kabupaten Kyoto Fushimi, dan tentu saja ia ingin bangunan itu mampu menahan gempa apapun. Dalam sebuah surat kepada pejabat Kyoto yang bertugas mengelola dan kepolisian, ia menulis, "Selama pembangunan Istana Fushimi, pastikan untuk melaksanakan semua tindakan pencegahan lele." Pilihan kata-kata
menunjukkan bahwa setidaknya pada awal 1592, saat surat itu ditulis, dapat disimpulkan hubungan antara aktivitas seismik dan lele.

Penyair yang terkenal Matsuo Basho (1644-1694) membuat koneksi yang sama. Ayat terkait berikut muncul dalam bukunya Edo Sangin, diterbitkan pada 1678: 
O-Jishin tsuzuite ryu-ya Noboru.
Takejujo-no narikeri Namazu.
Baris pertama adalah puisi pendek oleh Jishun, seorang mahasiswa Basho, menggambarkan gempa bumi yang kuat sebagai naga menggeliat jalan naik dari bawah. Baris kedua,
dibaca oleh Tosei (julukan Basho), berlelucon, "Tidak, mereka adalah ikan lele raksasa bergerak."

Lukisan kayu yang dicetak banyak menggambarkan koneksi dicetak sekitar pertengahan abad ke-19. Setelah gempa besar melanda Edo (kini Tokyo) pada tahun 1855, seniman menerbitkan 200 sampai 300 cetakan Namazu-e yang berbeda  yang bersifat satir atau cerdas, beberapa meminta maaf atas nama lele, beberapa dijual sebagai daya tarik untuk melindungi pemilik dari terjadinya masa depan, beberapa memuji ikan untuk menggunakan gempa untuk mengubah dunia menjadi lebih baik.

Hubungan dengan gempa bumi mungkin mulai lama, ketika orang melihat lele bertingkah aneh sebelum gempa. Sebagai contoh, jurnal yang disebut Ansei Kenbunshi menyebutkan
bahwa tepat sebelum Gempa Edo dari 1855, lele menjadi luar biasa aktif. Ada juga catatan dari seseorang yang pergi memancing belut sungai tetapi tertangkap Lele saja. Dia ingat mengatakan bahwa gempa akan menyerang setelah lele melakukan sesuatu yang aneh, sehingga ia bergegas pulang dan siap untuk datangnya bencana. Benar saja, malam itu gempa bumi besar melanda daerah itu.

Lukisan Namazu-e yang dijual setelah gempa bumi mengguncang Edo (kini Tokyo) pada tahun 1855. Dewa Kashima Daimyojin memegang batu Kaname-ishi suci pada lele agar tidak bergerak dan menyebabkan gempa bumi. Properti Institut Penelitian Gempa Universitas Tokyo.

Beberapa hari sebelum Gempa Tokyo bencana tahun 1923, lele terlihat memercikkan air di sebuah kolam di Mukojima, Tokyo. Dan hari sebelum bencana yang sama, lele dalam jumlah banyak dilaporkan telah berperilaku tak menentu di permukaan kolam di Kugenuma, di Prefektur Kanagawa. Hal ini membuat mudah untuk menangkap mereka - cukup untuk mengisi tiga ember besar.

Fakta-fakta ini tertarik orang berpengetahuan, dan memberi mereka ide untuk mencoba memprediksi gempa bumi dengan menjaga Lele dan mengamati perilaku mereka.
Tetapi tidak ada bukti ilmiah mengenai hubungan antara perilaku lele dan gempa bumi. Ikan umumnya tinggal di bagian bawah kolam dan dangkal, danau berlumpur, sehingga kemungkinan bahwa mereka dapat merasakan perubahan arus listrik yang dihasilkan bawah tanah sebelum gempa. Hal ini dapat menjelaskan ledakan tiba-tiba aktivitas mereka di permukaan air, tapi para ilmuwan hanya bisa menduga sampai saat ini. Lele bukan makhluk hanya dilaporkan untuk berperilaku aneh sekitar waktu gempa bumi. Tapi tak peduli apa penemuan yang dibuat di masa depan, hal ini sangat mungkin bahwa satu hari lele akan digunakan sebagai cara terbaik untuk memprediksi aktivitas seismik.

Sunday, October 21, 2012

Banjir Bandang, Galodo, dan Longsor Menyerbu Kota Padang


Bulan Ramadhan, 24 Juli 2012, sirine dari beberapa mobil meraung-raung menuju arah timur Kota Padang. Dalam kegelapan malam di bawah rintik-rintik hujan, armada dari BPBD Kota Padang, BASARNAS dan PMI ini bergerak menuju daerah Limau Manis. Hal tersebut memancing keingintahuan yang luar biasa dari masyarakat karena ketidakbiasaan ini. Apakah mungkin terjadi bencana yang besar? Kalaulah benar, dimanakah kejadiannya?

Beberapa jam sebelumnya, masyarakat di daerah Koto Panjang Limau Manis sedang berbuka puasa di rumahnya masing-masing. Di daerah yang dekat aliran sungai anak Batang Kuranji ini hujan turun dengan lebatnya. Tidak terbayangkan di benak mereka masing-masing akan terjadi bencana terhadap keluarga dan rumah mereka. Hujan semakin lebat termasuk di daerah perbukitan hulu sungai. Bagian Timur Kota Padang terlihat sangat gelap sejak sore hari.

Menurut pengakuan salah seorang warga yang tertimpa bencana galodo, saat warga baru mulai berbuka puasa, terdengar suara keras dari arah sungai seperti benda besar dan berat menggelinding. Air mengalir dengan derasnya ke dalam rumah dan semakin meninggi dengan sangat drastis. Dengan susah payah tanpa sempat menyelamatkan harta benda, warga mencapai daerah yang aman di ketinggian atau ke perbukitan. 


Jembatan Batu Busuk rusak akibat banjir sehingga diperbaiki secara darurat
Malam harinya, air bah telah membanjiri bantaran sungai sebagian wilayah kota Padang. Kejadian diperkirakan mulai pukul 18.30 WIB yang diawali hujan deras pada hulu sungai sejak pukul 16.30 wib sampai pada pukul 23.00 WIB. Lokasi kejadian berada pada Bantaran Sungai seperti  Ilir Sungai Lubuk Kilangan sampai ke Ujung Tanah, Seberang Padang, Batang Anai, Sungai Kurao Pagang serta Bantaran Sungai Batang Kuranji meliputi daerah Limau Manis, Kuranji, dan Siteba. Banjir ini juga memakan korban jiwa sebanyak 10 orang.

Air bah datang yang datang dari hulu Sungai Batang Kuranji merendam ribuan rumah dan toko dalam radius 100 meter dari bantaran sungai yang berada di 10 kelurahan di kecamatan Pauh, Lubukbegalung dan Nanggalo. Ketinggian air mencapai lebih dari 2,5 meter.

Meluapnya hulu Sungai Batang Kuranji di Kecamatan Pauh diduga karena ketidakmampuan perbukitan 30 kilometer dari kawasan Kampus UNAND Limau Manis untuk menampung debit air yang turun saat hujan lebat. Puluhan kubik air ini tidak terserap oleh hutan yang dikenal warga sebagai Bukit Danau Karing. Saat puluhan kubik ini meluncur deras menuju hilir sungai, air bah tersebut meluap dari Sungai Batang Kuranji. Luapan ini menyapu persawahan, ladang-ladang, dan rumah warga di bantaran sungai.

Selain membawa material lumpur, air bah juga membawa material batu, pasir dan kerikil dari hulu. Material ini telah menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada sawah, ladang dan menutup jalan raya di daerah hilir. Di daerah Koto Panjang, banjir menyebabkan sebuah sungai baru dengan batu-batu besar di sepanjang alirannya. Aliran ini memutuskan akses jalan yang menyebabkan beberapa kepala keluarga terisolasi. Akses jalan baru dibuka setelah aliran ini ditutup kembali oleh pemerintah dan jalan darurat dibangun kembali.

Kerusakan yang dilaporkan sekitar 2 buah rumah hanyut di Limau Manis dan 1 buah rumah hanyut di lokasi Ujung Tanah Lubuk Begalung. Selain itu Lima jembatan juga rusak yaitu Jembatan Kampus UNAND, Jembatan Batu Busuk, Jembatan Gunung Nago dan Jembatan Koto Panjang. Jaringan listrik dan telepon terputus, Saluran dan dam irigasi rusak parah serta pipa PDAM rusak termasuk intake pipa di bagian hulu. Akibatnya distribusi air bersih untuk sebagian Kota Padang menjadi terganggu. 

Lumpur menumpuk di salah satu perumahan
Banjir bandang daerah hilir
Sementara itu, banjir bandang juga menimpa kawasan pemukiman warga di kawasan Surau Gadang, Gurun Lawas dan Kelurahan Tabing Banda Gadang. Lumpur menumpuk di kawasan pemukiman warga dan jalan raya, aliran listrik terputus, dan seluruh pakaian warga terendam, serta aliran air PDAM masih terputus. Lumpur menggenangi kawasan itu dengan ketinggian sekitar 30 cm.

Menurut warga, kejadian yang terjadi begitu cepat itu menyebabkan tidak ada barang elektronik yang bisa diselamatkan. Bahkan, banyak diantara warga yang tidak sempat menyelamatkan surat-surat berharga milik mereka. Yusuf, Ketua RT 03 RW 01 mengatakan di kawasan itu ada sekitar 45 kepala keluarga yang rumahnya terkena banjir. “Kami tidak sempat menyelamatkan apa-apa. Hanya baju yang melekat di badan ini yang sempat kami bawa,” ujarnya.

Banjir merendam hingga ke atap rumah warga. Sejumlah warga tampak ada yang menangis karena harta benda mereka hanyut dibawa arus banjir yang deras. Nurcahya, 65, warga Surau Gadang mengatakan bahwa seisi rumahnya terendam dan banyak hanyut terbawa arus banjir yang merendam hingga setinggi atap rumah. "Selain peralatan rumah, 20 ekor kambing dan 40 ekor itik juga hanyut dibawa banjir," ungkap Nurcahya.

 Novi, 40 dan Jayusdi Effendi, 50, yang tinggal di Perumahan Indah Pratama menyebutkan, air bah tiba-tiba datang saat mereka baru saja  mulai berbuka puasa. "Air merendam rumah saya setinggi dada, seluruh isi rumah yang ada lantai bawah terendam. Kami mengungsi ke lantai atas," ungkap Jayusdi Effendi yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari bantaran Sungai, sekitar intake PDAM Kampung Koto.

Pasca banjir di Koto Panjang, jalan akses terputus
 Air mulai surut sekitar pukul 21.30 WIB. Warga terlihat mulai membersihkan rumah mereka dari sisa genangan lumpur. Di badan jalan lintas Kelurahan Surau Gadang, tingginya lumpur usai banjir membuat warga kesulitan dalam mengendarai motor dan mobil.

 Tim Dukungan Lapangan gabungan dari BPBD Kota Padang, BPBD Provinsi Sumatera Barat, SAR Kota Padang, Tim Pemadam Kebakaran Kota Padang, Dinas Kesehatan dan jajaran PLN serta Kepolisian ikut membantu evakuasi warga yang rumahnya dilanda banjir. Tim ini membawa misi yang sama yaitu melaksanakan kegiatan bantuan kebutuhan dasar terhadap masyarakat korban bencana. Mereka bersama-sama dengan bekal perlengkapan dan peralatan yang telah disiapkan, bahu membahu membersihkan rumah-rumah warga yang tergenangi oleh lumpur.

Tim Dukungan banyak menemukan rumah-rumah warga yang masih tertimbun oleh lumpur dengan ketinggian selutut orang dewasa. Banyak warga dengan kondisi ekonomi lemah yang telah kehilangan barang-barang kelengkapan rumahnya seperti alat-alat dapur, baju dan barang-barang yang dianggap berharga oleh mereka. Sumur-sumur warga tidak bisa lagi digunakan karena lumpur telah menggenangi sumber air bersih untuk pemenuhan kebutuhan dasar mereka.

LONGSOR DAN BANJIR SUSULAN
Hanya berselang 3 minggu,  pada 12 September 2012 terjadi bencana tanah longsor dan banjir di  daerah Batu Busuk Kelurahan Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang. Kejadian ini cukup mengejutkan karena jaraknya yang tidak terlalu lama dengan kejadian banjir bandang sebelumnya. Peristiwa tanah longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB bersamaan hujan lebat yang melanda Kota Padang. Sebanyak enam unit rumah rusak rusak ditimbun material longsor.
Jembatan yang putus akibat banjir di Koto panjang limau manis

Dalam bencana longsor ini jatuh korban sebanyak empat jiwa. Lokasi longsor berada di perbukitan yang cukup terjal yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Kondisi medan menuju lokasi yang berlumpur, mempersulit Tim SAR gabungan dari BASARNAS, TNI, BPBD Kota Padang dan Relawan untuk mengevakuasi korban.

BPBD Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang telah mengirimkan bantuan beserta personilnya  ke lokasi bencana. BPBD Kabupaten Padang Pariaman juga ikut mengirimkan personilnya guna melakukan pembersihan rumah-rumah masyarakat yang digenangi oleh material lumpur dan memantau titik-titik longsor di wilayah Batu Busuk. BPBD Kota Padang bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Padang dan Provinsi juga mendirikan tenda-tenda di beberapa titik pengungsian. Tim ini juga melakukan pembersihan material-material kayu di beberapa titik yang diduga sebagai kantong-kantong air. Dengan cara ini, diharapkan bencana banjir bandang akibat penyumbatan oleh material-material tersebut bisa diminimalisir.

TANGGAP DARURAT SELAMA 1 BULAN
Pemerintah Provinsi Sumbar menetapkan bencana banjir bandang di Kota Padang, Pada tanggal 24 Juli 2012 malam sebagai bencana daerah. masa tanggap darurat berlangsung selama satu bulan dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan masyarakat. Sebagai landasan hukumnya, Gubernur Irwan Prayitno telah mengeluarkan Surat Keputusan Status Darurat Bencana Banjir Bandang. Untuk ini gubernur meminta seluruh SKPD terkait, mendata seluruh kerusakan dan kerugian akibat banjir bandang. Katanya, data kerusakan dan kerugian perlu dimaksimalkan sehingga diketahui seluruh dampak banjir, baik itu kerusakan sawah,ternak dan harta benda serta jembatan.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan bahwa banjir bandang Selasa 24 Juli 2012 merupakan banjir terbesar di Sumatera Barat selama 12 tahun belakangan ini. Tahun 2000 lalu, pernah terjadi banjir bandang di daerah Kuranji, dan tahun 1984 juga pernah terjadi peristiwa banjir  bandang. Dari hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, penyebab banjir bandang  di 6 kecamatan di Kota Padang akibat penumpukan batang kayu tumbang selama berpuluh-puluh tahun di atas bukit, dan membentuk kantong air.Tingginya curah hujan menyebabkan kayu-kayu di kantong-kantong air itu turun ke bawah dan menerjang areal pemukiman masyarakat dan lahan pertanian.

Hal yang senada juga disampaikan Walikota Padang, Fauzi Bahar. Menurutnya dugaan sementara banjir bandang tersebut diakibatkan karena adanya penebangan hutan secara liar di atas Bukit limau Manis. Ketiadaan vegetasi penyerap air dan penutup permukaan tanah menyebabkan ketidakmampuan lahan dalam menyerap dan menyimpan air hujan yang turun di daerah hulu. Pada saat curah hujan yang sangat tinggi, terjadi run off (aliran air) yang cukup besar di lereng perbukitan. Akibatnya aliran air terbendung di kantong-kantong air dalam jumlah yang besar. Saat kantong-kantong ini sudah tidak mampu menampung lagi, terjadilah banjir bandang yang menerjang ke daerah hilir sungai.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, meluapnya Sungai Batang Kuranji akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut. "Curah hujan berintensitas tinggi yang terjadi di hulu sungai Batang Kuranji sejak siang hari menyebabkan banjir bandang di beberapa daerah di Kota Padang sejak pukul 16.00 WIB," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Sutopo menyebutkan, daerah yang mengalami banjir bandang pada Bulan September 2012 adalah daerah yang sama pada saat bencana banjir bandang pada 24 Juli 2012, yaitu Kecamatan Pauh, Kecamatan Kuranji, Kecamatan Lubuk Kilangan dan Kecamatan Lubeg.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Barat, Ali Musri mengatakan, intensitas hujan yang cukup tinggi, membuat air di sepanjang sungai besar yang ada di Kota Padang meluap. Terjadinya banjir juga disebabkan karena jarak yang cukup pendek antara hulu air di Bukit Barisan dengan laut. Kondisi tersebut diperparah dengan jebolnya kantong-kantong air yang ada di atas bukit, sehingga sungai besar seperti Batang Kuranji, Gunung Pangilun dan Batu Busuk tidak mampu menahan debit air yang tinggi akibat curah hujan yang tinggi. “Kita perlu menginvetarisir terlebih dahulu sungai-sungai yang mengalami kerusakan. Hasil inventarisir tersebut digunakan untuk langkah-langkah penanganan normalisasi lebih lanjut,” ucapnya.

ANTISIPASI BERULANGNYA BANJIR BANDANG DI PADANG
Peristiwa longsor dan banjir bandang ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi pemerintah dan masyarakat Kota Padang. Peristiwa yang berulang ini memberikan peringatan dan fakta bahwa kawasan hilir menjadi sangat rawan saat curah hujan tinggi. Hal ini juga mengindikasikan telah terjadi kerusakan yang signifikan di daerah hulu sungai. Sedangkan di musim kemarau dikuatirkan pasokan air akan berkurang karena daerah serapan air yang semakin sedikit.

Untuk mengurangi risiko banjir bandang dan longsor, BPBD Sumatera Barat yang didukung oleh BNPB mengambil langkah-langkah antisipatif. Pusdalops BPBD Sumatera Barat melakukan pemasangan CCTV untuk monitoring Sungai Batang Kuranji. Pemasangan awalnya dilakukan di Gedung Adzkia guna memantau debit air secara real-time. CCTV ini tersambung langsung dengan Pusdalops PB BPBD Sumatera Barat.

Langkah lainnya adalah melakukan analisis penginderaan jarak jauh dengan menggunakan pencitraan satelit. Hal ini untuk menganalisis potensi longsor daerah rawan longsor. Selain itu juga dilakukan pengambilan foto udara dan perekaman video dengan helikopter BNPB. Selanjutnya adalah dengan operasi pembersihan material kayu dengan membongkar bendungan-bendungan kecil di daerah hulu sungai. Ini perlu rutin dilakukan agar bendungan alamiah ini tidak menyebabkan potensi banjir bandang. Terakhir, adalah dengan membentuk piket siaga 24 jam 7 hari dalam seminggu pada lokasi rawan banjir bandang. Piket dibentuk melalui pemberdayaan pemuda dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) dari masyarakat setempat.

Penulis, Sebagaimana yang dimuat dalam Zer0Risk Magazine Edisi Oktober 2012.
Silakan kunjungi www.zer0risk.com

Saturday, October 20, 2012

Leaflet Kesiapsiagaan Bencana Tsunami


Mirip dengan leaflet kesiapsiagaan terhadap longsor, leaflet ini juga menerangkan mengenai kesiagaan terhadap bencana. Tapi hanya dikhususkan pada bencana Tsunami. Gambar-gambar dibuat selain dengan tangan juga dengan menggunakan Corel Draw X4 kecuali logo BNPB dan BMKG. Pengetahuan yang disampaikan disini adalah pengetahuan bencana tsunami, mengetahui tanda-tanda akan terjadi tsunami, yang harus dilakukan dan dihindari jika ada potensi tsunami, persiapan tas siaga bencana, membuat peta rencana evakuasi/penyelamatan diri dan membuat rencana evakuasi keluarga.

Leaflet ini sendiri dicetak full color seukuran kertas A2. Telah dicetak dan disebarkan di daerah sumatera barat.

Silakan klik gambar untuk memperbesar ukurannya...

Silakan lihat leaflet yang lain untuk bencana longsor disini, dan poster kesiapsiagaan longsor disini.

Leaflet Sosialisasi Bencana Longsor


Leaflet ini merupakan hasil penggodokan sedemikian banyaknya sumber yang berhasil saya kumpulkan yang kemudian diramu hingga dihasilkan materi yang bisa dengan mudah dicerna oleh orang banyak. Gambar-gambarnya dibuat ala komik, digambar tangan dan diwarnai dengan photoshop. Proses pembuatan mengalami revisi dan penyempurnaan karena materi dan gambar yang harus sesuai dan user friendly. 

Leaflet ini menerangkan mengenai pengetahuan bencana longsor, tanda-tanda longsor, yang harus dilakukan jika longsor, yang harus dihindari agar tidak terjadi longsor, mempersiapkan tas siaga, peta risiko longsor (khusus kabupaten agam provinsi sumatera barat) dan cara bersiap menghadapi longsor.

Semoga bahan-bahan ini bisa membantu pembaca untuk lebih mengenal kesiapsiagaan terhadap bencana longsor..

Silakan klik gambar untuk memperbesar ukurannya..


Poster Kampanye Kesiapsiagaan Bencana


Naqiyaaiko - Silakan menikmati artikel Poster Kampanye Kesiapsiagaan Bencana.

Ini adalah sedikit dari hasil karya saya yang telah dihasilkan dan telah disebarkan ke masyarakat. Poster-poster ini digunakan untuk mensosialisasikan penanggulangan bencana kepada masyarakat khususnya bencana longsor (seperti gambar di atas) dan tsunami (gambar bawah). Penyusunan dan pembuatan dilakukan semasa saya masih bekerja di salah satu LSM di Sumatera Barat.

Dalam pengerjaannya saya mengumpulkan materi poster dari berbagai sumber dan melengkapinya dengan ilustrasi yang dibuat tangan. Ilustrasi di-finishing dengan photoshop dan desain/lay-out dengan menggunakan Corel Draw X4. 

Sejauh ini penyebaran poster telah dilakukan di Sumatera Barat kepada pemerintah dan masyarakat rawan bencana longsor dan tsunami. Semoga berguna ...


Untuk leaflet kesiapsiagaan longsor dapat dilihat disini, sedangkan leaflet kesiapsiagaan tsunami bisa dilihat disini.
Created By Sora Templates